Titik Didih (oC)
|
-252.6oC
|
Titik Lebur (oC)
|
-259.2oC
|
Dengan Halogen
|
H2 (g) + Cl2 (g) ® 2 HCl (g)
HCl (g) + air ® H+ (aq) + Cl- (aq)
|
Dengan Logam
Golongan Alkali
|
2 Na (s) + H2 (g) ® 2 Na+H- (s) + energi
Na+H- (s) + H2O ® NaOH (aq) + H2(g)
|
Susunan Atom
|
1 proton + 1 elektron
|
Isotop
|
11H , 12H , 13H
|
Potensial Iobisasi (kJ/mol)
|
56.9 kJ/mol
|
search
Custom Search
link
Tampilkan postingan dengan label materi belajar kimia Kelas XII SMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label materi belajar kimia Kelas XII SMA. Tampilkan semua postingan
Senin, 01 Juli 2013
sifat fisika kimia gas hidrogen
Sabtu, 08 Juni 2013
Sifat Reaksi Krom Dan Mangan
Sifat Reaksi Dari Senyawa-Senyawa Krom Dan Mangan
perhatikan reaksi berikut:
secara fisika, Sifat-sifat Fisika Mangan sebagai berikut:
Simbol Mn
Jari-jari (A°) 1,35
Volume atom (cm3/mol) 7,39
Massa Atom 54,938
Titik Didih (K) 2235
Massa Jenis (g/cm3) 7,44
Konduktivitas Listrik ohm-1 cm-1 0,5 x 106
Elektronegativitas 1,55
Konfigurasi elektron [Ar] 3d5 4s2
Formasi Entalphi (Kj/mol) 14,64
Kondultifitas Panas (Wm-1 K-1) 7,82
Potensial Ionisasi (V) 7,435
Titik Lebur (K) 1518
Bilangan Oksidasi 7,6,4,2,3
Kapasitas Panas (J/g.K) 0,48
Entalphi Penguapam (KJ/mol) 219,74
Elektronegativitas 1,55
Reaksi kimia:
Reaksi dengan air
Mangan bereaksi dengan air dapat berubah menjadi basa secara perlahan dan gas hidrogen akan dibebaskan sesuai reaksi:
Mn(s) + 2H2O → Mn(OH)2 +H2
Reaksi dengan udara
Logam mangan terbakar di udara sesuai dengan reaksi:
3Mn(s) + 2O2 → Mn3O4(s)
3Mn(s) + N2 → Mn3N2(s)
Reaksi dengan halogen
Mangan bereaksi dengan halogen membentuk mangan (II) halida, reaksi:
Mn(s) +Cl2 → MnCl2
Mn(s) + Br2 → MnBr2
Mn(s) + I2 → MnI2
Mn(s) + F2 → MnF2
Selain bereaksi dengan flourin membentuk mangan (II) flourida, juga menghasilkan mangan (III) flourida sesuai reaksi:
2Mn(s) + 3F2 → 2MnF3(s)
Reaksi dengan asam
Logam mangan bereaksi dengan asam-asam encer secara cepat menghasilkan gas hidrogen sesuai reaksi:
Mn(s) + H2SO4 → Mn2+(aq) + SO42-(aq) + H2(g)
perhatikan reaksi berikut:
Simbol Mn
Jari-jari (A°) 1,35
Volume atom (cm3/mol) 7,39
Massa Atom 54,938
Titik Didih (K) 2235
Massa Jenis (g/cm3) 7,44
Konduktivitas Listrik ohm-1 cm-1 0,5 x 106
Elektronegativitas 1,55
Konfigurasi elektron [Ar] 3d5 4s2
Formasi Entalphi (Kj/mol) 14,64
Kondultifitas Panas (Wm-1 K-1) 7,82
Potensial Ionisasi (V) 7,435
Titik Lebur (K) 1518
Bilangan Oksidasi 7,6,4,2,3
Kapasitas Panas (J/g.K) 0,48
Entalphi Penguapam (KJ/mol) 219,74
Elektronegativitas 1,55
Reaksi kimia:
Reaksi dengan air
Mangan bereaksi dengan air dapat berubah menjadi basa secara perlahan dan gas hidrogen akan dibebaskan sesuai reaksi:
Mn(s) + 2H2O → Mn(OH)2 +H2
Reaksi dengan udara
Logam mangan terbakar di udara sesuai dengan reaksi:
3Mn(s) + 2O2 → Mn3O4(s)
3Mn(s) + N2 → Mn3N2(s)
Reaksi dengan halogen
Mangan bereaksi dengan halogen membentuk mangan (II) halida, reaksi:
Mn(s) +Cl2 → MnCl2
Mn(s) + Br2 → MnBr2
Mn(s) + I2 → MnI2
Mn(s) + F2 → MnF2
Selain bereaksi dengan flourin membentuk mangan (II) flourida, juga menghasilkan mangan (III) flourida sesuai reaksi:
2Mn(s) + 3F2 → 2MnF3(s)
Reaksi dengan asam
Logam mangan bereaksi dengan asam-asam encer secara cepat menghasilkan gas hidrogen sesuai reaksi:
Mn(s) + H2SO4 → Mn2+(aq) + SO42-(aq) + H2(g)
Sifat kimia fisika unsur transisi
Sifat kimia dan fisika unsur golongan transisi dapat dilihat pada tabel berikut:
UNSUR
|
Oksida
|
Jenis oksida
|
Rumus Basa/Asam
|
24Cr
(krom) |
CrO
|
Oksida basa
|
Cr(OH)2
|
Cr2O3
|
Oksida amfoter
|
Cr(OH)3
HCrO2 | |
CrO3
|
Oksida Asam
|
H2CrO4
H2CrO7 | |
25Mn
(mangan) |
MnO
|
Oksida Basa
|
Mn(OH)2
|
Mn2O3
|
Mn(OH)3
| ||
MnO3
|
Oksida Asam
|
H2MnO4
HMnO4 | |
Mn2O7
| |||
26Fe
(besi) |
FeO
|
OKSIDA BASA
|
Fe(OH)2
|
Fe2O3
|
Fe(OH)3
| ||
27Co
(kobal) |
CoO
|
Co(OH)2
| |
Co2O3
|
Co(OH)3
| ||
28Ni
(nikel) |
NiO
|
Ni(OH)2
| |
Ni2O3
|
Ni(OH)3
| ||
29Cu
(tembaga) |
Cu2O
|
CuOH
| |
CuO
|
Cu(OH)2
|
Semua sifat-sifat golongan transisi akibat dari konfigurasi elektron pada orbital d belum terisi penuh. Beberapa sifat fisika unsur transisi ditunjukkan pada Tabel 4.1.
Tabel 4.1 Beberapa Sifat Fisika Unsur Transisi Periode Keempat
| Sifat Fisika | Sc | Ti | V | Cr | Mn | Fe | Co | Ni | Cu |
| Titik leleh (°C) | 1.541 | 1.660 | 1.890 | 1.857 | 1.244 | 1.535 | 1.495 | 1.453 | 1.083 |
| Titik didih (°C) | 2.831 | 3.287 | 3.380 | 2.672 | 1.962 | 2.750 | 2.870 | 2.732 | 2.567 |
| Kerapatan (g cm–3) | 3,0 | 4,5 | 6,0 | 7,2 | 7,2 | 7,9 | 8,9 | 8,9 | 8,9 |
| Keelektronegatifan | 1,3 | 1,5 | 1,6 | 1,6 | 1 ,5 | 1,8 | 1,8 | 1,8 | 1,9 |
| Jari-jari atom ( ) | 1,44 | 1,32 | 1,22 | 1,18 | 1,17 | 1,17 | 1,16 | 1,15 | 1,17 |
| Jari-jari ion ( ) | – | 1,0 | 0,93 | 0,87 | 0,81 | 0,75 | 0,79 | 0,8 |
sifat periodik unsur transisi
Unsur-unsur transisi yang terdapat dalam blok d adalah unsur-unsur yang memiliki subkulit d yang belum terisi penuh. Akibatnya, unsur-unsur transisi memiliki beberapa sifat yang khas, yaitu:
1. Semua unsur transisi adalah logam keras dengan titik didih dan titik leleh tinggi.
2. Setiap unsur transisi memiliki beberapa bilangan oksidasi, kecuali unsur golongan IIB dan IIIB. Misalnya vanadium, memiliki bilangan oksidasi dari +2 sampai dengan +5.
3. Senyawa unsur transisi umumnya berwarna dan bersifat paramagnetik
untuk mengetahui sifat periodik dari unsur transisi dapat kita perhatikan tabel berikut ini:| UNSUR | 21Sc | 22Ti | 23V | 24Cr | 25Mn | 26Fe | 27Co | 28Ni | 29Cu | 30Zn |
| Konfigurasi Elektron | [Ar] 3d14s2 | [Ar] 3d24s2 | [Ar] 3d34s2 | [Ar] 3d54s1 | [Ar] 3d54s2 | [Ar] 3d64s2 | [Ar] 3d74s2 | [Ar] 3d84s2 | [Ar] 3d104s1 | [Ar] 3d104s2 |
| Massa jenis (g/mL) keelektro-negatifan |
Antara 3.4 - 8.92 (makin besar sesuai dengan arah panah)
--------------------------------------------------------> Antara 1.3 - 1.9 (makin besar sesuai dengan arah panah) | |||||||||
| Bilangan oksidasi |
0;3
|
0;2; 3;4
|
0;2;3;
4;5 |
0;2; 3;6
|
0;2;3;
4;6;7 |
0;2;3
|
0;2;3
|
0;2;3
|
0;1;2
|
0;2
|
| Titik lebur (oC) | Di atas 1000oC (berbentuk padat) | |||||||||
| Energi ionisasi (kJ/mol) | Antara 1872 - 2705 (sukar melepaskan elektron terluarnya) | |||||||||
| Jumlah elektron tunggal | Satu | Dua | Tiga | Enam | Lima | Empat | Tiga | Dua | Satu | - |
| Sifat para-magnetik/ fero-magnetik | Sifat yang disebabkan karena adanya elektron yang tidak berpasangan (=elektron tunggal)Makin banyak elektron tunggalnya, makin bersifat feromagnetik | diama-gnetik | ||||||||
| Warna ion M2+ | - | - | Ungu | Biru | Merah muda | Hijau muda | Merah muda | Hijau | Biru | - |
| Warna ion M3+ | Tak ber-warna | Ungu | Hijau | Hijau | - | Kuning | - | - | - | - |
| Ion-ion tak berwarna |
Sc3+ , Ti4+ , Cu+ , Zn2+
| |||||||||
Catatan : MnO4- = ungu Cr2O72- = jingga | ||||||||||
Pengertian Unsur Transisi
Definisi : Unsur transisi adalah unsur yang dapat menggunakan elektron pada kulit terluar dan kulit pertama terluar untuk berikatan dengan unsur-unsur yang lain.
Logam transisi adalah kelompok unsur kimia yang berada pada golongan 3 sampai 12 (IB sampai VIIIB pada sistem lama). Kelompok ini terdiri dari 38 unsur. Semua logam transisi adalah unsur blok-d yang berarti bahwa elektronnya terisi sampai orbit 3d.
perhatikan tabel berikut untuk melihat unsur-unsur transisi
Logam transisi adalah kelompok unsur kimia yang berada pada golongan 3 sampai 12 (IB sampai VIIIB pada sistem lama). Kelompok ini terdiri dari 38 unsur. Semua logam transisi adalah unsur blok-d yang berarti bahwa elektronnya terisi sampai orbit 3d.
perhatikan tabel berikut untuk melihat unsur-unsur transisi
Unsur
|
Nomor Atom
|
Konfigurasi Elektron
|
Orbital
| |||||||
| 3d | 4s | |||||||||
| Skandium (Sc) | 21 | (Ar) 3d1 4s2 |
|
| ||||||
| Titanium (Ti) | 22 | (Ar) 3d2 4s2 |
|
| ||||||
| Vanadium (V) | 23 | (Ar) 3d3 4s2 |
|
| ||||||
| Krom (Cr) | 24 | (Ar) 3d5 4s1 |
|
| ||||||
| Mangan (Mn) | 25 | (Ar) 3d5 4s2 |
|
| ||||||
| Besi (Fe) | 26 | (Ar) 3d6 4s2 |
|
| ||||||
| Kobalt (Co) | 27 | (Ar) 3d7 4s2 |
|
| ||||||
| Nikel (Ni) | 28 | (Ar) 3d8 4s2 |
|
| ||||||
| Tembaga (Cu) | 29 | (Ar) 3d10 4s1 |
|
| ||||||
| Seng (Zn) | 30 | (Ar) 3d10 4s2 |
|
| ||||||
Konfigurasi elektron Cr bukan (Ar) 3d4 4s2 tetapi (Ar) 3d5 4s1. Demikian halnya dengan konfigurasi elektron Cu bukan (Ar) 3d9 4s2 tetapi (Ar) 3d10 4s1. Hal ini berkenaan dengan kestabilan orbitalnya, yaitu orbital-orbital d dan s stabil jika terisi penuh, bahkan 1/2 penuh pun lebih stabil daripada orbital lain
unsur-unsur periode ketiga
- berikut materi belajar kimia kelas XII SMA mengenai unsur-unsur periode ketiga
- Urutan kenaikan energi ionisasi: Na < Al < Mg < Si < S < P < Cl < Ar
- Yang terdapat bebas di alam: S dan Ar
- Makin ke kanan maka sifat asam makin kuat
- Al(OH)3 bersifat amfoter
- Jari-jari, sifat logam, sifat basa, dan sifat reduktor terbesar dimiliki oleh natrium
- Energi ionisasi terbesar dimiliki oleh argon
- Elektronegatifitas, sifat asam, sifat oksidator terbesar dimiliki oleh klorin
- Si merupakan unsur ke-2 terbanyak setelah oksigen pada kulit bumi
- Al merupakan unsur ke-3 terbanyak setelah oksigen dan Si pada kulit bumi
- untuk lebih jelasnya lihat tabel berikut:
UNSUR
|
11Na
|
12Mg
|
13Al
|
14Si
|
15P
|
16S
|
17Cl
|
Konfigurasi elektron
|
[Ne] 3s1
|
[Ne] 3s2
|
[Ne] 3s2, 3p1
|
[Ne] 3s2, 3p2
|
[Ne] 3s2, 3p3
|
[Ne] 3s2, 3p4
|
[Ne] 3s2, 3p5
|
Jari-jari atom
|
<----------------------------
makin besar sesuai arah panah | ||||||
Keelektronegatifan
|
----------------------------->
makin besar sesuai arah panah | ||||||
Kelogaman
|
Logam
|
Semi logam
|
Bukan Logam
| ||||
Oksidator/reduktor
|
Reduktor <----------------------------
(makin besar sesuai arah panah) |
oksidator
| |||||
Konduktor/isolator
|
Konduktor
|
Isolator
| |||||
Oksida (utama)
|
Na2O
|
MgO
|
Al2O3
|
SiO2
|
P2O5
| SO3 | Cl2O7 |
Ikatan
|
Ion
|
Kovalen
| |||||
Sifat oksida
|
Basa
|
Amfoter
|
Asam
| ||||
Hidroksida
|
NaOH
|
Mg(OH)2
|
Al(OH)3
|
H2SiO3
|
H3PO4
| H2SO4 | HClO4 |
Kekuatan basa/asam
|
Basa kuat
|
Basa lemah
|
Basa lemah
|
Asam lemah
|
Asam lemah
| Asam kuat | Asam kuat |
Klorida
|
NaCl
|
MgCl2
|
AlCl3
|
SiCl4
|
PCl5
| SCl2 | Cl2 |
Ikatan
|
Ion
|
Kovalen
| |||||
Senyawa dengan hidrogen
|
NaH
|
MgH2
|
AlH3
|
SiH4
|
PH3
| H2S | HCl |
Ikatan
|
Ion
|
Kovalen
| |||||
Reaksi dengan air
|
Menghasilkan bau dan gas H2
|
Tidak bersifat asam
|
Asam lemah
| Asam kuat | |||
- UNSURPEMBUATANKEGUNAANTERDAPAT PADARUMUS SENYAWANaElektrolisis leburan NaCl (Proses Down)· Pembuatan TEL· Mereduksi bijih loga (Ti)· Lampu KabutGaramNaClSendawa ChiliNaNO3KriolitNa3AlF6Bijih silikatNa2SiO3MgElektrolisis lelehan MgCl2· Magnalium untuk bahan kerangka pesawat terbangAir lautMgCl2MagnetitMgCO3KiseritMgSO4.3H2ODolomitMgCO3.CaCO3KarnalitKCl.MgCl2.6H2OAsbesCaMg(SiO3)4MikaK-Mg-Al SilikatSiReduksi pasir SiO2dengan C dalam tanur listrik· Bahan semikonduktor untuk kalkulator, mikrokomputer, polimer silikon untuk mengubah jaringan pada tubuhPasir/kuarsaSiO2Tanah liatAl2O3.2SiO2.2H2OAsbesMg-Ca-SilikatMikaK-Mg-SilikatPProses Wohler (memanaskan campuran fosforit, pasir dan C pada suhu 1300oC dalam tanur listrik)· Fosfor putih (beracun) untuk bahan baku pembuatan H3PO4· Fosfor merah (tidak beracun) untuk bidang gesek korek apiBatu karang fosfat (apatit dan fosforit)Ca3(PO4)2AlMarten HallPenambahan kriolit dalam proses Hall berfungsi:ü Melarutkan Al2O3ü Menurunkan titik leleh Al2O3· Alat masak, karena tahan panas dan tahan karat karena membentuk lapisan oksida· Paduan Al untuk pesawat terbang· Al(OH)3 untuk obat maagAlumino silikatCampuran Al-O-SiKorundumAl2O3KriolitNa3AlF6BauksitAl2O3.xH2OSPembuatan dengan 2 cara:1) Metode Frasch(yang ada di dalam tanah)2) Metode Sisilia(yang ada di permukaan tanah)Pembuatan H2SO4ada 2 cara:1) Proses Kontakdengan bahan baku SO2, katalisnyaV2O52) Proses Bilik Timbal dengan bahan baku SO2, katalisnya uap nitroso (campuran NO dan NO2)· Pembuatan korek api· Proses vulkanisasi karet· Pembuatan CS2(bahan baku serat rayon)· (NH4)SO4 atau pupuk ZA· H2SO4 untuk elektrolit pada aki (accumulator)· CuSO4.5H2O (terusi) untuk anti jamur pada tanaman dan kayuPiritFeS2
Langganan:
Postingan (Atom)