search

Custom Search

link

google

Tampilkan postingan dengan label materi belajar kimia kelas XI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label materi belajar kimia kelas XI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Juni 2013

laju reaksi kimia


LAJU REAKSI

PENTING! (perhitungan laju reaksi pada saat reaksi bukan pada mula-mula atau sisa)
·    Laju reaksi terhadap zat A

Keterangan :
Va            = laju reaksi zat A (M / s)
∆ [A]       = konsentrasi zat A (M)
∆ t            = waktu lama reaksi (s)
±              = tanda + digunakan untuk zat yang mengalami penambahan konsentrasi ( umumnya
   produk reaksi)
                   tanda –  digunakan untuk zat yang mengalami pengurangan konsentrasi ( umumnya
   pereaksi)

·    Persamaan laju reaksi
                           
Keterangan :
k              = tetapan / konstanta laju reaksi
x              = orde reaksi terhadap pereaksi A
y              =  orde reaksi terhadap pereaksi B
                Catatan :
o Orde reaksi ditentukan dari data percobaan dimana menyatakan pengaruh konsentrasi pereaksi dan laju reaksi.
o Orde reaksi total adalah jumlah dari seluruh orde reaksi pada persamaan laju reaksi
·    Pengaruh suhu terhadap laju reaksi


Keterangan :
VA = laju reaksi pada suhu akhir (M / s)
Vo = laju reaksi pada suhu awal (M / s)
tA = suhu akhir (oC)
to = suhu awal (oC)
∆V = kenaikan laju reaksi (M / s)
∆t = kenaikan suhu (oC)

Jumat, 21 September 2012

bilangan kuantum


Adapun 3 (tiga) bilangan kuantum yang diusulkan oleh Erwin Schrodinger adalah, yaitu Bilangan Kuantum Utama (n), Bilangan Kuantum Azimut (l), dan Bilangan Kuantum Magnetik (m)
a. Bilangan Kuantum Utama (n)
Menentukan besarnya tingkat energi suatu elektron yang mencirikan ukuran orbital (menyatakan tingkat energi utama atau kulit atom). Bilangan kuantum utama memiliki harga mulai dari 1, 2, 3, 4,….dst (bilangan bulat positif). Biasanya dinyatakan dengan lambang, misalnya K(n=1), L(n=2), dst. Orbital–orbital dengan bilangan kuantum utama berbeda, mempunyai tingkat energi yang berbeda. Makin besar bilangan kuantum utama, kulit makin jauh dari inti, dan makin besar pula energinya. Hubungan antara kulit dengan bilangan kuantum utama digambarkan sebagai berikut :
KULITBIL.KUANTUM UTAMA (n)SUB KULIT
K
L
M
N
Dst.
1
2
3
4
1s
2s, 2p
3s, 3p, 3d
4s, 4p, 4d, 4f
b. Bilangan Kuantum Azimut (l)
Menyatakan subkulit tempat elektron berada. Nilai bilangan kuantum ini menentukan bentuk ruang orbital dan besarnya momentum sudut elektron. Nilai untuk bilangan kuantum azimuth dikaitkan dengan bilangan kuantum utama. Bilangan kuantum azimuth mempunyai harga dari nol sampai (n – 1) untuk setiap n. Setiap subkulit diberi lambang berdasarkan harga bilangan kuantum l.
l  = 0 ,  lambang s (sharp)
l  = 1,  lambang p (principal)
l  = 2,  lambang d (diffuse)
l  = 3, lambang f (fundamental)
(Lambang s, p, d, dan f diambil dari nama spektrum yang dihasilkan oleh logam alkali dari Li sampai dengan Cs).
c. Bilangan Kuantum magnetik (m)
Menyatakan orbital khusus mana yang ditempati elektron pada suatu subkulit. Selain itu juga dapat menyatakan orientasi khusus dari orbital itu dalam ruang relatif terhadap inti. Nilai bilangan kuantum magnetik bergantung pada bilangan kuantum azimuth, yaitu bilangan bulat dari –l  sampai  +l.
Contoh:
l = 0, maka nilai m = 0 berarti hanya terdapat 1 orbital
l = 1, maka nilai m = –1, 0, +1, berarti terdapat 3 orbital
Hubungan antara l dan harga m digambarkan sebagai berikut :
Harga lSub kulitHarga mJumlah orbital
0
1
2
3
s
p
d
f
0
-1, 0, +1
-2, -1, 0, +1, +2
-3, -2, -1, 0, +1, +2, +3
1
3
5
7
d. Bilangan Kuantum Spin (s)
Bilangan kuantum ke-4 ini diusulkan oleh George Uhlenbeck, Samuel Goudsmit Otto Stern, danWalter Gerlach pada tahun 1925.  Bilangan kuantum spin terlepas dari pengaruh momentum sudut. Hal ini berarti bilangan kuantum spin tidak berhubungan secara langsung dengan tiga bilangan kuantum yang lain. Bilangan kuantum spin bukan merupakan penyelesaian dari persamaan gelombang, tetapi didasarkan pada pengamatan Otto Stern dan Walter Gerlach terhadap spektrum yang dilewatkan pada medan magnet, ternyata terdapat dua spektrum yang terpisah dengan kerapatan yang sama. Terjadinya pemisahan garis  spektrum oleh medan magnet dimungkinkan karena elektron-elektron tersebut selama mengelilingi inti berputar pada sumbunya dengan arah yang berbeda. Berdasarkan hal ini diusulkan adanya bilangan kuantum spin untuk menandai arah putaran (spin) elektron pada  sumbunya.
Bilangan Kuantum Spin menyatakan arah putar elektron terhadap sumbunya sewaktu elektron berputar mengelilingi inti atom. Jadi, hanya ada dua kemungkinan arah rotasi elektron, yaitu searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam, maka probabilitas elektron berputar searah jarum jam adalah ½ dan berlawanan jarum jam 1/2 . Untuk membedakan arah putarnya maka diberi tanda positif (+½) dinyatakan dengan arah panah ke atas dan negatif (–½ ) dinyatakan dengan arah panah ke bawah. Oleh karena itu dapat dimengerti bahwa satu orbital hanya dapat ditempati maksimum dua elektron.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengikut

Like Facebook